Kamis, 31 Januari 2013

Muara Bening

Hanya menyebut nama seorang insan saja, Cinta Allaah bisa tercurah kepada kita. Ya, hanya dia. Itu sebab rindu mendalam, membaca Surat persis dengan namanya di Al-Qur'an, membuat kita lebih tenang. Alih-alih bisa melihat wajahnya dalam mimpi atau berada di dekat-dekatnya pun bahagia sekali. Atau merintih sedih membayangkan perjuangannya dahulu dan cintanya kepada kita ini, Bertatih-tatih berusaha menjalankan yang dia anjurkan dan ajarkan. Sampai akhir hayatnya pun ia memikirkan kita. Jangan malas untuk sering-sering menyebut namanya. Dalam shalatpun kita selalu menyebut namanya. Ah ternyata sudah hampir 10 tahun, saya tidak pernah lagi ke Muara Bening itu. Muara Bening, tempat bercermin. Airnya dingin menyejukkan, hijau, banyak bunga warni-warna, harum semerbak baunya. Ya Allaah, take me there. Please! Muara Bening, izinkan aku melihatnya sekali lagi. Malam ini.

Wamakaru wamakarallaah, wallaahu khairu makirin

Suatu hari ustadz Hasan Al Banna duduk bersama para ikhwah dalam sebuah majelis. kemudian beliau bertanya, "Mengapa sekarang seolah berbagai lembaga, media, bahkan elit pemerintahan seolah semua menyudutkan dan menyerang kita?"

Kemudian beliau berkata kembali,"kalian tau kenapa semua ini terjadi? agar kalian semua tahu dan menyadari betul, bahwa tidak ada tempat bersandar kecuali kepada Allaah, dan agar jangan pernah kalian menanti dukungan dan kemenangan kepada seorangpun kecuali kepada Allaah."

Wamakaru wamakarallaah, wallaahu khairu makirin.

RESEP KUE BIKA (PADANG)



Bahan:

1. 250 gram tepung beras
2. 200 gram tapai singkong
3. 100 gula pasir
4. 300 ml santan
5. 150 gram kelapa parut
6. 2 sdt baking powder

Cara Membuat Resep Kue Bika (Padang)


Campurkan tepung beras, tapai singkong, dan gula pasir, aduk rata. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga tercampur rata. Tambahkan kelapa parut dan baking powder, aduk rata. Diamkan selama 30 menit.
Siapkan cetakan muffin, alasi dengan paper cup. Tuang adonan ke dalam cetakan, lalu panggang di dalam oven hingga matang. Keluarkan dari oven dan cetakan, sajikan.

Lidah dan Kesehatan



Oleh Maysarah Bakri

Beberapa hari yang lalu, seorang temanku mentag sebuah postingan di jejaring sosial facebook, tentang keluhan lidahnya yang berasa pahit, lidahnya berwarna putih dan warna putihnya agak tebal. Alhasil dia tidak nafsu makan karena lidahnya terasa sangat pahit. Entah kenapa beliau me mention namaku untuk dimintai pendapat tentang lidahnya yang seperti itu dan dimintai tips. Lah aku bukan dokter hehhe. Namun membaca postingannya, aku jadi ingat pelajaran waktu kuliah dahulu, tentang Mikrobiologi Medis, pada lidah bisa terjadi Candidiasis yang disebabkan oleh kapang Candida albicans ataupun Candida Sp lainnya yang tumbuh di lidah kita atau disebabkan oleh jenis kapang lainnya.

Pertama, untuk mengomentari postingannya tersebut, aku menjawab berdasarkan pengalaman pribadiku yaitu dengan mencicip garam secumit (istilahnya bener gak a? ga tahu dehehehe) Lalu diletakkan di atas permukaan lidah. Biasanya kalau aku mencicip garam maka lidah yang berasa pahit akan hilang. Jika tak selera makan juga akan tambah semangat makan. Mencicip garam sebelum dan sesudah makan itu sudah menjadi kebiasaanku sekarang. Alhamdulillaah badanku semakin fit. Kemanapun aku pergi aku akan selalu membawa kotak garam dalam tasku. Baru-baru ini, aku merasa garam is my doping. Selama perjalanan 3 hari ke Riau dan 8 hari ke Padang berturut-turut dengan garam, aku selalu fit selama perjalanan. Padahal perjalanan ke Padang terkenal  dengan jalannya yang berkelok-kelok (ampun dah) yang mengocok isi perut dan perasaan mau muntah sajo. Biasanya aku memakan obat anti mual, antimo (ga papa deh sebut merek ya) tapi alhasil aku selalu tertidur dan ini tidak menyenangkan sekali karena pastinya aku tidak akan menikmati pemandangan selama perjalanan, tidur nyenyak euy bak sleeping beauty hihhihi.

Perjalanan akhir Desember lalu dan berakhir di awal Januari  2013 sangat-sangat begitu menyenangkan karena aku bisa menikmati setiap pemandangan  selama di dalam mobil. Waktu itu, aku tak memakan antimo. Aku hanya memakan garam. Jika mulutku sudah terasa pahit. Maka aku akan mengambil garam seiprit dan meletakkannya di atas lidah dan kukecap perlahan. Alhamdulillaah segeran. Hehhe. Dan ga pernah muntah selama perjalanan.
Mengikuti cara Rasulullaah sebelum makan beliau akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya, lalu Rasullaah akan mencicipi garam itu. Kemudian barulah Rasulullaah makan makanan tersebut. Mengapa?
Karena kedua belah tangan kita akan mengeluarkan 3 macam enzim, tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yang kiri. Ini adalah karena enzim yang ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat membantu proses pencernaan (dygestion).
Mengapa memakan garam?
Karena garam adalah sumber mineral dari tanah yang diperlukan oleh tubuh kita. Dua jumput garam dari jari kita itu adalah sama dengan satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya bahan yang berasal dari bumi (tanah) inilah yang paling berkhasiat untuk kita.
Kenapa garam? Selain itu garam adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, mengikut dokter di rumah sakit-rumah sakit, the first line of treatment for poisoning adalah dengan memberi Sodium Chloride, yaitu garam.
 Well, kita tinggalkan tentang perjalananku waktu ke Padang dan bahasan tentang  garam.

Temen-temen ingat tidak, waktu kita kecil. Kalau kita sakit dan pergi berobat ke dokter, apa yang diperiksa oleh dokter di rumah sakit atau di rumah tempatnya praktek? Kalau misalnya demam, dokter pasti memberikan thermometer pada kita, biasanya diletakkan di bawah ketiak atau di dalam mulut untuk dilihat berapa derajat suhu tubuh kita. Lalu dokter bisanya memeriksa dada kita atau perut kita dengan stetoskopnya. Setelah itu, kita disuruh dokternya untuk mengeluarkan lidah, melet-melet gitu hehhe. Ish.. kalau ingat tentang kisah melet ini. Saya punya cerita seru sama dokternya.

Dokter : “Coba, ‘aaaak” dokter biasanya memperagakannya untukku.
Saya    : “Saya kan ga musuhan sama dokter, ngapain  disuruh melet. Kan ga mau ngejek dokter. Biasanya aku melet kalau kesel sama temenku?” hahha. Anak kecil masih polos, unyu-unyu manis lagi hahhhha.
Dokternya pun senyum-senyum.

Back to lidah. Lidah merupakan panca indera yang kita miliki. Dari kecil pasti kita sudah akrab dengan yang namanya Panca Indera. Apa itu Panca Indera? Apa itu organ yang termasuk Panca Indera? Panca indera adalah lima indera yang terdiri dari mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, lidah untuk mengecap dan kulit untuk menerima rangsangan atau merasa. (Yaak pinterrr Sarah jawabnya hahhha). Kelima indera  itu ada pada diri kita semua. Kita harus mengucap syukur karena kita diberi panca indera yang lengkap,sempurna dan tanpa cacat. Itu semua kekuasaan Allaah atas penciptaanNya pada diri kita. Namun, ada saudara-saudara kita sebagian ada yang tidak memiliki lengkap panca inderanya. Sekali, alhamdulillaah bersyukur ya Rabb. Sehatkanlah kami semua. Aamiin.

Lidah bukan sembarang lidah. Setiap yang diciptakan Allaah semuanya terkandung hikmah dan manfaat bagi siapapun yang berfikir. Ternyata, kesehatan kita bisa dilihat dari kondisi lidah.

Lidah memang sangat bermanfaat untuk merasakan lezatnya makanan, ngobrol, bahkan untuk melihat kondisi kesehatan seseorang. Ya, baik atau buruknya kesehatan seseorang dapat dilihat dari kondisi lidahnya.

Dari awal yang aku ceritakan tadi bahwa dokter  akan mengamati keadaan lidah pasiennya. Itu karena ukuran, warna, dan tekstur alat pengecap itu memang dapat menunjukkan kondisi pasien.

Pengobatan tradisional China dan India pun kerap menggunakan lidah untuk mendiagnosa penyakit pasiennya. Sebuah luka di lidah bisa menandakan bahwa tubuh sedang kekurangan vitamin. Penyakit sianosis (kondisi paru-paru tidak mendapat cukup oksigen) pun dapat dilihat dari lidah. Gejala awal campak juga terlihat karena mereka muncul terlebih dahulu di lidah sebelum di kulit tubuh.

Berikut ini beberapa keadaan lidah yang perlu kita perhatikan untuk mendeteksi penyakit:

Permukaan.
Lidah yang botak tanpa tekstur pertanda Anda kekurangan zat besi atau anemia. Lidah berbintik besar berarti  rentan alergi. Lidah kering tanda bahwa kita sedang stress.

Bentuk
Lidah yang besar dan lebar jika diulurkan bisa menjadi gejala kondisi medis down syndrome, atau kretinisme.

Warna.
Tubuh yang sehat biasanya dilihat pada warna lidah yang merah muda cerah. Jika nampak warna gelap pada lidah, biasanya terjadi inflamasi di bagian tubuh. Pada kasus ekstrim, dapat melambangkan adanya kanker.

Jika nampak lapisan putih tebal di lidah, bisa disebabkan karena oversekresi empedu di hati dan kandung empedu. Jika lidah berwarna ungu atau biru, maka segeralah mencari pertolongan dokter karena itu tandanya ada konsumsi berlebih gula dan makanan olahan.

Mari jaga lidah kita. Bersihkanlah lidah selama menggosok gigi.

Maaf, tulisannya amburadul. Ditulis dalam terkantuk-kantuk. Kurang huruf atau kalimatnya yang ga mecing (matching) harap maklum. Besok kita edit lagi ya hehe. Atau ada yang bersedia mengedit monggo.

30 Januari, 23:23 WIB





Rabu, 30 Januari 2013

OMBRE CAKE

Resep ombre cake, sempet penasaran juga apa sih ombre cake ternyata bentuknya seperti ini toh... Ombre Cake menghadirkan gradasi warna dari yang paling lembut hingga paling mencolok, yang ditampilkan dari susunan warna setiap layernya. Ini dia resepnya.

Bahan:

100 gram tepung terigu
75 gram gula pasir
10 gram susu bubuk
100 gram mentega, dilelehkan
5 putih telur
3 kuning telur
1/4 sdt garam
1 sdt emulsifier/TBM
Pewarna makanan petal pink, bentuk bubuk

Frosting:

Butter cream warna putih
Sedikit pewarna petal pink

Cara Membuat:

1. Gabungkan telur, gula pasir, garam dan emulsifier, kocok dengan mixer hingga mengembang rata.

2. Ayak tepung terigu dan susu bubuk, masukkan sedikit demi sedikit ke dalam kocokan sambil terus diaduk.

3. Tuang mentega cair sedikit demi sedikit dan terus aduk.

4. Bagi adonan menjadi enam bagian, tempatkan di wadah yang berbeda.

5. Beri adonan pertama dengan sedikit pewarna bubuk, aduk rata. Tambahkan pewarna jika dirasa kurang kuat warnanya.

6. Lanjutkan dengan adonan kedua dan seterusnya dengan menambah intensitas warna yang semakin kuat/mencolok.

7. Olesi loyang dengan mentega dan taburi dengan tepung agar tidak lengket. Panaskan oven di suhu 180oC.

8. Tuang 6 adonan ke dalam 6 loyang yang berbeda. Panggang adonan hingga matang, kurang lebih 25 menit.

9. Lepaskan cake dari loyangnya setelah matang, biarkan dingin.

10. Ratakan permukaan atas setiap cake hingga membentuk lempengan yang lurus. Caranya, potong permukaan yang menonjol.

11. Susun cake dengan warna yang paling gelap di bagian bawah, olesi dengan butter cream kemudian tumpuk dengan lapisan warna yang sedikit lebih muda. Begitu seterusnya hingga lapisan yang paling atas adalah cake yang berwarna paling muda.

12. Oleskan frosting di bagian luar cake, ratakan dengan cream polisher, hias dengan motif yang disuka.

Puisi, Aku.

Puisi, Aku.

"Puisi adalah sebuah atau. Sebuah bahkan. Sebuah tetapi. Dan sebuah kemudian." (Dari Buku Sajak Telimpuh-Hasan Aspahani)

Puisi, entah kapan aku lekat berteman dengannya. Yang pasti dari SD aku sudah suka membaca puisi. Jika Guru Bahasa Indonesiaku memberikan tugas menghafal puisi. Aku adalah orang pertama yang hafal di dalam kelas beberapa puluh tahun yang lalu. Aku begitu menyukai puisi. Walau saat ini, puisiku belum dibukukan dalam buku soloku. Suatu hari aku ingin bermimpi dimana kumpulan puisi yang kuciptakan dibukukan dalam sebuah buku bersampul biru. Mimpi? ya, aku bermimpi untuk itu. Ya Allaah semoga aku bisa menerbitkan buku solonya tentang puisiku. Puisi coba kuselami.


Medan, 21:08 WIB Si Pembuat Puisi yang Puisinya masih banyak perlu belajar lagi.

Hujan dan Rasa



Hujan dan Rasa

Hujan, beribu cita rasa mencicip rintiknya.
Karenanya, tak menyurutkan langkah 
tapak-tapak kecil itu datang ke rumahku.
Ada apa di sini? Entahlah. 
Bunga-bunga kecil 
dalam kerudung, kadang kartun. Warni-warnanya. 
Pecinya beranyam, polos atau lobe putih seperti haji Muhidin. :) 
Pulang dengan tawa memandang hujan, 
memainkan rintik dengan tangan mungil 
dan harum bedak bayi, 
sisa membedaki wajah. 
Memainkan payung, sengaja berbasah-basah. 
Hujan, senyumkah kau melihat ini?

Rumahku, 30 Januari 19.33 WIB

Selasa, 29 Januari 2013

Bolu Kukus Kopi dan Vanila


Bolu Pandan


Bolu Pandan

Hari ini adalah hari Selasa, hari dimana aku ga bisa pergi ke sekolah karena harus istirahat di rumah. Sudah empat hari ini kejadian berdarah akibat kejedot di mobil pulang dari touring. Alhamdulillaah setelah chek ke dokter spesialis Senin malamnya setelah di endoskopi ternyata ga ada apa-apa hanya memar ringan. Dokter hanya memberikan resep.
Satu harian setelah beres-beres paginya, nyapu rumah, beresin kamar dll. Akupun seperti biasanya, langsung megang si Acera Biru, online euy :D. Mencari informasi apa saja, membaca berita, mengolah blog, update status, mengecek email dan oriflame. Hari ini di rumah, diem begitu saja berasa bosen, tanganku gatel mau buat something. Aku berencana masak buat apa gitu hari ini. Sempat kepikiran mau buat pizza, puding. Eh, karena di kulkas ada telur, butter, tepung, santen jadi pingin buat bolu pandan. Pandan daun sujinya tinggal ngambil di belakang rumah.  Ini resepnya ya. Coba yuk

Bahan:

7 kuning telur
25 gram gula pasir halus
50 gram santan kental (bisa juga pakai kara)
25 ml air daun suji (dari 25 lembar daun suji dan 2 lembar daun pandan) Kalau ga ada pakai pasta aja.
1/4 sendok teh essens pandan (banyak dijual di swalayan)
8 tetes pewarna hijau (Pakai pites ya J atau maen feeling aja tergantung selera hijaunya mau soft ata hijau banget hehhe)
30 gram mentega dicairkan atau pakai minyak goreng juga bisa
150 gram tepung terigu
1/2 sendok teh baking powder
7 putih telur
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh cream of tartar
100 gram gula pasir halus (gula diblender terlebih dahulu) Atau beli yang langsung jadi juga ada.

Cara membuat:

Kocok kuning telur dan gula pasir halus sampai kental. Tambahkan santan, daun suji, essens pandan, pewarna hijau, dan mentega cair sambil diaduk rata.
Masukkan ke dalam tepung terigu dan baking powder sambil diaduk perlahan. Sisihkan.
Kocok putih telur, garam, dan cream of tartar sampai setengah mengembang. Tambahkan gula pasir halus sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang.
Tuang ke dalam campuran tepung terigu sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
Tuang ke dalam loyang
Oven  dengan api bawah suhu 170 derajat Celsius 50 menit sampai matang (buat cake ini apinya ga boleh gede, kalau gede alamat guosong)
Balik loyang dengan bantuan sebuah piring
Garnis, terserah mau pakai cream tambah keju, kalau ada kenari lebih enak lagi. Untuk foto di atas Saya ga pakai kenari.

Jam 10 pagi aku mulai masak bolunya. Sebelum mixer bahan-bahannya, aku panasin dulu ovennya. Sekitar 8 menit aku buat adonan bolunya sampai mengembang. Buat bolu itu gampang banget tinggal bahannya dicemplungin dan dimixer jadi satu, kemudian cetak ke loyang. Panggang deh selama 45 menit dengan suhu 180 degree. Voila jadi bolu pandanku. :)




Selasa, 29 Januari 2013

Tanjung Unta, Parapat


Minggu, 27 Januari 2013

Jumat, 25 Januari 2013

Jum'at

Jum'at

Oleh Maysarah Bakri

Jum'at, selamat merengkuh syahdu bagi orang yang mengaku beriman.
Jum'at, waktunya berbahagia dalam kumpulan dzikir yang dilebihkan.
Jum'at, Apapun kesibukanmu, tinggalkanlah! Berhentilah sejenak dalam kepenatan, tambahkanlah kebahagiaan jika bahagia sudah penuh di hatimu dalam.
Jum'at, waktunya kita berbahagia. Bahagia yang bertambah-tambah.
Kenapa?

***

Mata masih belum terpenuhi haknya, masih sedikit perih. Badanpun lelah, rasanya ingin berbaring segera. Namun ini hari Jumat. Tepatnya hari dimana manusia yang mengaku muslim dituntut untuk berbahagia, berbahagia bertambah-tambah dan memetik berkah dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.

Barangkali bagi sebagian orang, jumat hanyalah sebatas hari saja. Ia datang setelah hari kamis. Dan setelah itu, jumat  berlalu menjelang  matahari terbit, Sabtu pun hadir.

Segala puji bagi Allaah Tuhan semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman.

Allaah telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat ini. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum'at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya. Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullaah bersabda:

"Allaah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allaah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya, sehingga Allaah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum'at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk". (HR. Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allaah l memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allaah l berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allaah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum'at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allaah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum'at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum'at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma'ad: 1/39)
Hari Jumat itu memiliki keutamaan yaitu:

Hari Terbaik

Abu Hurairah  meriwayatkan bahwa Rasulullaah  bersabada: "Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum'at

Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.

Abu Hurairah berkata Rasulullaahy bersabda: " Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allaah pada waktu itu, niscaya Allaah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)
Ibnu Qayyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab  menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

Hari tatkala Allaah l menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allaah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

Hari besar yang berulang setiap pekan.


Ibnu Abbas berkata : Rasulullaah bersabda:
"Hari ini adalah hari besar yang Allaah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu ......". (HR. Ibnu Majah)

Hari dihapuskannya dosa-dosa

Salman Al Farisi  berkata : Rasulullah bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

Aus bin Aus berkata: Rasulullah bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allaah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru, bahwa Rasulullah bersabda:"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allaah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

Jumat, 25 Januari 2013 10:29 WIB Ketika mata masih terkantuk-kantuk bersama Acera Blue dan riuh gemuruh suara krucils :)

Selamat Berbahagia Saudaraku! :)



Touring Sumatera Lagi (24 Januari 2013)

TOURING SUMATERA

Besok tanggal 24 Januari 2013, kalander menunjukkan tanggal yang berwarna merah. Semua warga Indonesia akan libur. Aku berencana mengadakan sebuah perjalanan kembali menikmati hamparan alam ciptaanNya yang luar biasa. Akupun berencana dan mengajak teman-temanku untuk melalak lagi. Kami pun membuat persiapan sebelum perjalanan. Hasil diskusi di inbox fb selama 7 hari sebelum keberangkatan memantabkan kami untuk jalan-jalan hari Kamis ini, libur maulid Nabi Shalaallaahu 'alaihi wassalam.Tanggal 23 malam setelah Shalat Isya, Ayah mengantarku ke rumah temen yang rumahnya menjadi titik kumpul keberangkatan. Aku sampai di rumah Inun sekitar jam 9 malam. Punya waktu 4 jam sebelum keberangkatan setelah ngobrol akupun tertidur.Dini harisekitar jam 01.00 WIB, kamipun berangkat dari Medan. Tepatnya dari rumah Inun, teman kampusku. Bersama Bang Indra (suami Nova), Bang Irul (Driver), Henny, Kina, Arni, Nova, Inun dan Aku. Perjalanan kali ini sungguh menyenangkan. Hampir sepanjang jalan kami tertawa lepas dan mengobrol tentang apa saja. dan berniat mengadakan touring-touring selanjutnya. Mimpi kami menjelajahi Indonesia. Lah ini juga belum nyampai tujuan sudah berencana mau pergi ke tempat yang lain.

Gerimis sampai hujan lebatpun membersamai kami selama perjalanan. Dua jam perjalanan, semuanya sudah tertidur lelap. Hanya aku, Bang Indera dan Driver yang masih melek. Aku begitu menikmati perjalananku setiap saat kemanapun aku pergi setiap tempat punya keistimewaannya sendiri. Orang lain tertidur, aku malah memandangi langit-langit penuh bintang dan sepanjang jalan yang cantik dengan lampu-lampu.

Jam 5 tepatnya, kami sudah samapi di Danau Toba, Parapat. Kamipun langsung menuju mesjid untuk menunaikan shalat Subuh. Selesai Shalat kamipun pergi melihat sunrise di tepi Danau, wah indah banget. Puas menatap pagi dan menghirup udara segar. Kamipun melanjutkan perjalanan kami.



Dari Parapat menuju Simarjarunjung, sepanjang jalan ditemukan pemandangan yang indah. Jam setengah sembilan kamipun sampai di Kebun Teh Sidamanik, Pematang Siantar. Di kebun teh ini kami sarapan pagi yang kami bawa dari rumah, masak tadi malam. Menunya simple cuma nasi putih, ayam goreng, sambel, timun, daun ubi rebus dan kerupuk. Kamipun makan di tengah-tengah kebun teh, alangkah nikmat dan syahdunya hehhe. Selesai sarapan kamipun foto-foto mencari angel yang bagus. Di Sidamanik kami menemukan Pelangi. Pelanginya indah banget, mashaAllaah. Puas memandangi hamparan teh kami pun melanjutkan perjalanan ke Desa Simarjarunjung. Di Tanjung Unta kami berhenti untuk foto-foto setelah itu melanjutkan perjalanan selama setengah jam kamipun sampai pada view yang cantik sekali. Ada penjual durian, kamipun membeli durian dengan harga yangr elatif murah. Hanya Rp 5000 perbuah. Semuanya hantu duren, dalam sekejap beberapa buah durian sudah kehilangan buahnya nya, dagingnya habis, lenyap tinggal biji-biji yang berserakan. Puas makan durian, kamipun melanjutkan perjalanan ke Tongging Sipiso Piso. Air terjunnya indah banget. Di Tongging disuguhkan pemandangan yang sangat luar biasa cantik. Banyak sekali orang yang berkunjung ke sini. Di sinilah kami banyak berbelanja souvenir untuk di bawa pulang ke rumah.

Setelah puas di air terjun. Kami melanjutkan touring ke kebun jeruk. Di kebun jeruk kami memetik jeruk langsung dari pohonnya. Inun, temanku yang memang ingin memetik jeruk sangat senang sekali. Dengan harga Rp 12.000 per kg nya. Karena kesenangan memetik jeruk, tak terasa kantung plastik kamipun penuh dengan jeruk-jeruk dan sudah melebehi 2 kg. Wadoww hehhe. Puas memetik jeruk, kami melanjutkan perjalanan ke Taman Lumbini, Berastagi. Dari Berastagi ke Tahura, singgau sebentar di kebun strawberry. Memetik strawberry, membeli pie, membeli puding strawberry yang rasanya olala nikmat sekali. Akupun membeli beberapa kotak strawberry untuk dibawa pulang ke rumah. Selanjutnya kami menuju mesjid untuk shalat. dari mesjid langusng ke Medan. Sampai di Medan sekitar pukul 8 lewat. Ayahpun menjemputku di rumah Inun untuk pulang. Sampai di rumah sekitar jam 9.30 malam.

Hari ini merupakan perjalana yang luar biasa. Semoga bisa melakukan perjalanan lagi setelah ini. Melalak kemana-mana. Dengan melalak aku bisa memahami banyak orang.

Selasa, 22 Januari 2013

Es Krim Kacang Hijau with Coklat dan Biskuit Klop Pandan Coklat

Es Krim Kacang Hijau with Coklat dan Biskuit Klop Pandan Coklat kesukaan Saya :). Biar hujan, es krim jalan terus.

Muffin Coklat Ala Sarah


Bahan:

1. 200 gram tepung terigu protein sedang
2. 100 gram gula pasir
3. 1 butir telur, kocok lepas
4. 150 ml susu cair
5. 25 gram coklat bubuk
6. 75 gram coklat masak, lelehkan
7. 50 gram margarin, lelehkan
8. 1 sdm baking powder
9. 1 sdt vanila bubuk
10. 25 gram chocolate chips
11. Coklat chips secukupnya sebagai taburan
12. Potongan kacang mete/keju sebagai taburan jika suka

Cara Membuat:

1. Campur tepung terigu, baking powder dan coklat bubuk, sisihkan.
2. Kocok susu, coklat yang sudah dilelehkan, vanila bubuk, gula dan telur menggunakan kocokan telur.  Kocok hingga gula larut.
3. Tuang margarin yang telah dilelehkan, aduk rata.
4. Tambahkan chocolate chips, aduk hingga tercampur rata.
5. Sendokkan sedikit demi sedikit campuran tepung dan cokelat bubuk, aduk dengan sendok kayu atau spatula. Lakukan hingga tepung habis.
6. Tuang adonan dalam cetakan muffin yang telah diberi cup. Beri taburan chocholate chips, keju atau kacang mete
7. Panggang dalam oven 175 derajat celsius selama 15 menit.
8. Angkat dan sajikan.