Rabu, 02 Oktober 2013

HARI KEDUA, MENANAM PACAR AIR

Hari ini hujan kembali turun. Tanah basah dan senantiasa lembab. Program menanam selama 30 hari berturut-turut masih berlanjut di hari kedua Oktober ini. Hari ini, aku mencoba menanam bunga pacar air. Kebetulan di rumah memang sudah banyak tumbuh bunga pacar air. Aku lihat bibitnya sudah banyak yang matang dan siap disemai. Dengan menggunakan cangkul untuk menggemburkan tanah setelah itu aku menyemai bibit bunga pacar air di tanah gembur yang sudah aku siapkan. Aku menanamnya pada sore hari sepulang kerja.

Di dunia, tanaman Impatiens balsamina Linn ini dikenal sebagai bunga balsam. Di Indonesia lebih dikenal dengan nama bunga pacar air. Memiliki bunga dengan beragam warna, semisal pink, merah, putih, oranye, peach, atau salem. Sepintas, bentuk bunganya mirip anggrek dalam ukuran kecil, dengan daun yang bergerigi.
Impatiens cukup populer sebagai tanaman hias dan banyak dijumpai di dataran tinggi misalnya Puncak, Jawa Barat. Tingginya mencapai 30-80 centimeter. Setiap daerah di Indonesia memiliki nama lain untuk pacar air ini. Di Minangkabau (Sumatera Barat), pacar air dikenal dengan nama paruinai. Pacar cai (Sunda), kimhong (Jakarta), pacar banyu (Jawa), pacar foya (Bali), bunga jebelu (Halmahera Selatan).

Bagian yang dipakai adalah akar, daun, bunga dan biji. Kegunaannya adalah sebagai berikut:

Bijinya sebagai peluruh haid (Emenagog), mempermudah persalinan (Parturifasien), kanker saluran pencernaan bagian atas. 

Pemakaian 3 - 10 gram sedangkan untuk kanker: 15 - 60 gr, direbus. 

Bunga: Peluruh haid, mengakiri kehamilan (abortivum) dipakai bunga warna putih, pembengkakan akibat terpukul (haematom), rheumatik sendi, bisul (furunculolsis), gigitan ular, radang kulit (dermatitis). Pemakaian: 3 - 6 gr, direbus. Daun: Keputihan (Leucorrhoea), tulang patah/retak (Fracture), mengurangi rasa nyeri (analgetik). Akar: Peluruh haid, anti-inflamasi (antiflogistik = anti radang), rheumatik, tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan. 

Pemakaian Luar : Bunga: - Pembengkakan, bisul, rheumatik, radang kulit: Lumatkan bunga segar, ternpelkan di tempat yang sakit. Daun: - Frakture, anti-inflamasi: Lumatkhan daun segar, ditempelkan di tempat yang sakit, atau daun direbus, untuk mencuci luka dan daunnya ditempelkan ke tempat yang sakit. 

Cara Pemakaian:
 1. Keputihan (Leucorrhoea): 30 - 60 gr daun segar, rebus. 2. Peluruh haid: a. 4 - 5 bonggol akar, direbus, 3 - 4 kah minum b. (Haematoma dan pcluruh haid): Impatiens balsamina 6 gr Leonurus sibiricus 30 gr Curcuma zedoaria 6 gr Scirpus yagara 6 gr Semua bahan direbus. 3. Tertusuk tulang/benda asing di kerongkongan: Akar dikunyah, telan dengan air hangat. 
Kontraindikasi: Wanita hamil Efek Samping: Pada pemakaian lama, dapat timbul mulut terasa kering (Xerostomia), mual (Nausea), nafsu makan menurun (anorexia) yang menghilang setelah menurunkan dosis atau penghentian pengobatan selama 2 - 3 hari.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar